REPORTASE

Bocah Rambut Gimbal Ini Minta Kentut Ibunya Dimasukkan ke Plastik

Ahmad Antoni
Prosesi pemotongan rambut gimbal di komplek wisata Candi Arjuna Dieng, Minggu (4/8/2019). FOTO/IST

BANJARNEGARA – Sebanyak 11 anak perempuan berambut gimbal, mengikuti prosesi pemotongan rambut gimbal di komplek wisata Candi Arjuna Dieng, Minggu (4/8/2019). Rambut mereka siap dipotong setelah diarak dari rumah pemangku adat dan menjalani prosesi jamasan.

Satu lagi syarat terpenting dalam ritual potong rambut gimbal tersebut adalah permintaan yang diinginkan anak bajang sudah terpenuhi. Dalam ritual kali ini, sebagian besar permintaan anak-anak unik dan lucu.

Seperti permintaan Nayang Ayuningtyas Nugroho yang meminta es krim warna coklat. Anak Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara Banjarnegara yang kebetulan rambut gimbalnya dipotong Bupati Banjarnegara itu, mendapatkan keinginannya. Tidak cuma satu atau dua buah es krim coklat, tapi satu termos dari sang bupati.

Permintaan unik lainnya adalah cambuk, klinthingan dan topeng yang diiinginkan Siti Khotimah. Siti Khotimah merupakan anak pasangan Irodad dan Walkoni, warga Kalijeruk, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.

Dan, yang terunik adalah permintaan bocah berusia empat tahun bernama Dinda Syifa Ramadhani. Dia cuma meminta kentut ibunya yang dimasukkan dalam plastik dan satu butir telor puyuh. Spontan, wisatawan yang hadir tertawa lebar dan suasana menjadi riuh. Dinda pun merasa permintaannya ditertawakan banyak orang, sehingga malu dan menangis ketika rambutnya dipotong.

Sang ibu, Mursinah menuturkan, sejak awal keinginan Dinda memang hanya meminta kentutnya dan sebutir telor puyuh. Ketika sang kakak meminta agar adiknya mengganti keinginannya, Dinda tetap tidak mau.

“Dari awal minta kentut saya dikasihkan di plastik sama sebutir telor puyuh,” kata ibunya dengan menggendong sang putri.

Ritual potong rambut gimbal ini menarik perhatian wisatawan mancanegara. Kris, wisatawan asal Italia yang datang bersama istrinya mengaku terkesan dengan budaya warga Dieng.

“It’s very interesting. Thank you Dieng. I’ll be back next year (Ini sangat menarik. Terima kasih Dieng. Saya akan kembali lagi tahun depan),” katanya.

Wakil Gubernur Jateng H Taj Yasin Maimoen mengakui, kegiatan Dieng Culture Festival yang diinisiasi langsung oleh pegiat wisata Dieng, sangat bagus. Wisata yang dimotori warga setempat, hasilnya lebih bisa dirasakan.

“Teman-teman pegiat wisata Dieng yang dipimpin Mas Alief, inisiatifnya luar biasa. Kalau wisata dilakukan anak kampungnya, lebih bisa dirasakan masyarakat. Budayanya oke, dampak dari banyaknya wisatawan yang masuk ke Dieng yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat lebih bisa diantisipasi, kerukunan dan kecintaan terhadap lingkungan juga oke,” jelasnya.

(nun)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)



Sumber: sindonews.com

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close