REPORTASE

Ini Penjelasan BPPTKG Soal Aktivitas Gunung Merapi

Priyo SetyawanIni Penjelasan BPPTKG Soal Aktivitas Gunung Merapi
Tampak maket Gunung Merapi dilihat dari atas. FOTO : SINDOnews/Ainun Najib

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah sejak statusnya dinaikkan dari normal menjadi
waspada (level II) per 21 Mei 2018, aktivitasnya juga menunjukkan peningkatan. Selain awan panas letusan untuk kegempaan juga meningkat, baik gempa tektonik dalam (VTA) mapun gempa tektonik dangkal (VTB).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan hasil pantauan untuk jumlah aktivitas kegempaan mulai 14 Oktober-25 Oktober 2019, VTA mencapai 12 kali dan untuk VTB daari 26-28 mencapai 5 kali dan multi-phase (MP) mencapai 27 kali.

“Berdasarkan foto drone tanggal 30 Oktober 2019 di pusat kubah lava teramati material baru berupa sumbat lava yang terangkat yang diduga terkait dengan peningkatan aktivitas pada 25-28 Oktober 2019,” kata Hanik dalam siaran pers, Sabtu (9/11/2019).

Setelah itu kegempaan menurun kembali dengan jumlah rata-rata gempa VTA dan VTB 1 kali/hari dan MP sekitar 5 kali/hari. Aktivitas kegempaan kembali meningkat pada tanggal 8 November 2019 dimana tercatat gempa VTA 3 kali, VTB 9 kali, dan MP 44 kali.

Sabtu (9/11/2019) pukul 06.21 WIB terjadi letusan terekam di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik. Awanpanas meluncur dengan jarak sekitar 2 km ke arah sungai Gendol. Kolom asap letusan setinggi 1500 m dari puncak dengan arah dominan ke sektor Barat sejauh 15 km dari puncak.

Beberapa daerah dilaporkan terjadi hujan abu. tipis seperti di Wonolelo, Sawangan, kabupaten Magelang serta Tlogolele, Selo, kabupaten Boyolali.

Ancaman bahaya dari kejadian letusan semacam ini berupa awan panas letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan 3 km. Berdasarkan pantaun drone per 30 Oktober 2019 volume kubah sebesar 416.000 m3.

“Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange,” terangnya.

Namun masyarakat diminta untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak gunung Merapi. Untuk informasi resmi aktivitas gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG jalan cendana no 15 Yogyakarta telp (0274) 514192.

(nun)

Sumber: sindonews.com

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close